Visi
Menjaga Papua untuk Kehidupan
“Kami mencita-citakan Tanah Papua yang sejahtera dengan
ekosistem pesisir dan laut serta hutan yang saling terhubung dan
selaras.”
Latar Belakang
Tanah Papua merupakan salah satu kawasan dengan kekayaan ekosistem paling penting di dunia, mencakup hutan hujan tropis, pesisir, serta ekosistem laut yang unik.
Wilayah ini menjadi rumah bagi 75% spesies karang dunia dan lebih dari 1,800 spesies ikan.
Namun, tantangan besar kini menghadang. Eksploitasi sumber daya, perubahan iklim, dan tekanan terhadap hak-hak masyarakat adat mengancam keberlangsungan bentang alam yang tak ternilai ini.
TERRA ABADI PAPUA hadir sebagai wadah kolaboratif yang menjembatani pendekatan ilmiah, kearifan lokal, serta kemitraan multipihak untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan inklusif bagi masa depan Papua.
“Bekerja bersama masyarakat menjaga laut dan
hutan Papua.”
Misi
Mempromosikan penerapan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan melalui riset, monitoring ekologi-sosial, dan sistem informasi berbasis bukti ilmiah.
Memperkuat pengelolaan kawasan konservasi laut yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan penegakan hukum.
Mendorong kepemimpinan dan kesejahteraan masyarakat adat dengan mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan dan memperkuat hak kelola lokal.
Mengintegrasikan pengelolaan ekosistem hutan dan laut (ridge-to-reef) guna menjaga konektivitas ekologis dan ketahanan iklim.
Mengembangkan kemitraan multipihak dan inovasi pembiayaan konservasi melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah dan sektor swasta.
Pendekatan Kerja
Inklusif
Melibatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam setiap inisiatif untuk memastikan keberlanjutan sosial.
Kolaboratif
Bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan terintegrasi.
Berbasis Data
Menggunakan riset ilmiah dan bukti lapangan (evidence-based) sebagai dasar pengambilan keputusan intervensi.
Berkelanjutan
Mengutamakan solusi jangkapanjang yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kesejahteraan manusia.
Tim Kami
Pembina & Pengawas
Frida Tabitha Kelasin
PEMBINA
Tokoh perempuan adat Papua dari Suku Moi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan masyarakat adat di Tanah Papua.
Frida Tabitha Kelasin

Tokoh perempuan adat Papua dari Suku Moi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan masyarakat adat di Tanah Papua. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (1994) ini mengawali kiprahnya melalui pendampingan perempuan dan anak di Jayapura, sebelum kemudian aktif dalam advokasi masyarakat adat melalui berbagai organisasi, termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Konsorsium Penguatan Masyarakat Adat (KONPEMA).
Sepanjang kariernya, Frida terlibat dalam berbagai capaian penting, mulai dari merumuskan 10 Hak Dasar Perempuan Adat saat menjadi anggota Majelis Rakyat Papua (2005–2010), berkontribusi dalam penyusunan kebijakan perlindungan masyarakat adat dan Provinsi Konservasi Papua Barat saat menjabat sebagai anggota DPR Papua Barat, hingga menjadi penulis buku Stop Sudah Kekerasan Dalam Perempuan bersama KOMNAS Perempuan. Saat ini, ia terus memperjuangkan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan hak masyarakat adat melalui perannya sebagai Ketua Local Representative Committee dan anggota Governance Committee Blue Abadi Fund.
Prof. Dr. Ir. Roni Bawole, M.Si
PEMBINA
Akademisi dan pakar pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade kariernya di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua (UNIPA).
Frida Tabitha Kelasin

Akademisi dan pakar pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade kariernya di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua (UNIPA). Meraih gelar doktor dari IPB University pada bidang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut, beliau berperan penting dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.
Sepanjang kariernya, Roni terlibat dalam penyusunan berbagai dokumen strategis pembangunan dan pengelolaan wilayah pesisir, termasuk RZWP3K, RTRW, dan KLHS di Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Ia juga aktif mendukung berbagai inisiatif konservasi bersama lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi konservasi di Bentang Laut Kepala Burung. Pemikiran dan hasil penelitiannya telah berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tata kelola sumber daya alam, serta pemberdayaan masyarakat pesisir di Papua.
Klasina Dormina Rumbekwan, SS, M.Ec.Dev
pengawas
Setelah mendapat gelar Sarjana Sastra dari Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA YAPARI) Bandung tahun 1996, Tahun 1997 saya di Terima sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pariwisata Kabupaten Sorong
Klasina Dormina Rumbekwan, SS, M.Ec.Dev

Seorang birokrat dan praktisi pariwisata yang telah berkiprah di sektor pariwisata Papua Barat sejak 1997. Lulusan STBA YAPARI Bandung dan Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada ini memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengembangan destinasi dan tata kelola pariwisata.
Pada tahun 2026, beliau dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, setelah sebelumnya memegang berbagai posisi strategis di bidang promosi, pengembangan destinasi, dan sumber daya pariwisata. Beliau juga pernah mengikuti program pengembangan profesional di Australia melalui University of Canberra dan Griffith University.
Johanis Berchmans Rahawarin
PENGAWAS
Lulusan Jurusan Sumber Daya Perairan Universitas Pattimura (1987) ini pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat selama hampir satu dekade
Johanis Berchmans Rahawarin

Becky Rahawarin merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam perjalanan konservasi laut di Raja Ampat. Lulusan Jurusan Sumber Daya Perairan Universitas Pattimura (1987) ini pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat selama hampir satu dekade, serta memegang sejumlah posisi strategis di pemerintahan daerah hingga masa purnatugasnya.
Saat memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan, Becky memimpin implementasi program COREMAP Phase II dan menjadi salah satu penggerak utama pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat. Dukungannya terhadap pengelolaan laut berkelanjutan turut meletakkan fondasi bagi keberhasilan Raja Ampat sebagai salah satu kawasan konservasi laut terkemuka di dunia. Kini, ia aktif di sektor pariwisata berkelanjutan melalui pengelolaan resort di Raja Ampat serta menjadi anggota Badan Pengawas Terra Papua.
Eksekutif
Meity Ursula Mongdong
Direktur Eksekutif
Salah satu tokoh konservasi Papua yang berperan penting dalam pengembangan berbagai model pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dan konservasi skala bentang alam.
Meity Ursula Mongdong
Defy Nataniel Pada
Manajer Program Konservasi
Praktisi konservasi laut dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengelolaan kawasan konservasi di Papua. Ia berperan penting dalam pembentukan jaringan kawasan konservasi.
Defy Nataniel Pada
Timore Erwin Kristiani
Manajer Operasional
Profesional operasional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang administrasi, sumber daya manusia, pengadaan, dan logistik, khususnya dalam mendukung organisasi.
Timore Erwin Kristiani

Timore Erwin Kristiani adalah profesional operasional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang administrasi, sumber daya manusia, pengadaan, dan logistik, khususnya dalam mendukung organisasi non-pemerintah internasional dan program berbasis donor di Papua. Sepanjang kariernya, ia berperan penting dalam memastikan kelancaran operasional organisasi melalui pengelolaan administrasi, SDM, pengadaan, serta manajemen aset yang efektif dan akuntabel.
Berbekal pengalaman di berbagai organisasi konservasi dan pembangunan, Timore dikenal sebagai sosok yang teliti, terorganisir, dan andal dalam membangun koordinasi antara tim lapangan dan manajemen. Komitmennya terhadap efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap standar organisasi menjadikannya salah satu pendukung utama keberhasilan berbagai program di Papua.
Nugraha Maulana
Koordinator GIS & Manajemen Data
Praktisi konservasi kelautan dan spesialis geospasial dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut berbasis sains di Indonesia, khususnya di Papua dan Bentang Laut Kepala Burung.
Nugraha Maulana

Nugraha Maulana Arsyad adalah praktisi konservasi kelautan dan spesialis geospasial dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut berbasis sains di Indonesia, khususnya di Papua dan Bentang Laut Kepala Burung. Sepanjang kariernya, ia terlibat dalam berbagai kegiatan pemetaan, survei ekologi, monitoring ekosistem, serta pengembangan basis data. Kontribusinya telah mendukung berbagai inisiatif konservasi dan pengelolaan kawasan laut di Papua, termasuk penyediaan data dan informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah, masyarakat, dan organisasi konservasi.
Saat ini, Nugraha menjabat sebagai GIS & Data Management Coordinator Terra Abadi Papua, dengan fokus pada pengembangan sistem informasi geospasial dan pengelolaan data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Berbekal pengalaman lebih dari 1.800 penyelaman sebagai Rescue Diver, ia memadukan teknologi, data, dan pengalaman lapangan untuk mendukung konservasi laut yang efektif dan berkelanjutan.