Pada hari Rabu, 24 Juni 2026, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meresmikan dan memimpin upacara pemberkatan Kantor Terra Abadi Papua di Kota Sorong sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan organisasi lingkungan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem darat dan laut di Bentang Alam Kepala Burung Papua. Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Direktur Eksekutif Terra Abadi Papua, Meity Mongdong, menjelaskan bahwa organisasi tersebut akan memfokuskan programnya di Raja Ampat selama tiga hingga lima tahun ke depan untuk menjawab berbagai tantangan, terutama meningkatnya tekanan pariwisata dan pembangunan pesisir terhadap kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan pengelolaan bentang alam terpadu yang menghubungkan ekosistem darat dan laut, Terra Abadi Papua berkomitmen mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, pendiri Terra Abadi Papua, Frida Tabitha Klasim, menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat adat sebagai aktor utama dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya alam agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Selain peresmian dan Pemberkatan Kantor Terra Abadi Papua, digelar juga kegiatan diskusi bersama Terra Papua dan Gubernur Papua Barat Daya. Dalam diskusi ini hadir Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Terra Papua, tim Terra Papua, Mark Erdmann (peneliti dan praktisi konservasi Raja Ampat) serta mitra Terra Papua. Diakhir kegiatan, Direktur Eksekutif Terra Papua bersama Gubernur melakukan jumpa pers yang dihadiri oleh lebih dari 10 media yang berasal dari Kota Sorong.